Jakarta, Juli 2026 — Pemanfaatan Internet of Things (IoT) semakin menjadi perhatian dalam transformasi pendidikan di Indonesia. Seiring dengan program digitalisasi pendidikan yang terus dikembangkan pemerintah, berbagai sekolah mulai mengadopsi teknologi IoT untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern, aman, dan efisien.
IoT memungkinkan berbagai perangkat di lingkungan sekolah saling terhubung melalui internet. Teknologi ini dapat diterapkan pada sistem absensi otomatis berbasis RFID atau pengenalan wajah, pemantauan penggunaan listrik dan suhu ruang kelas, hingga perangkat pembelajaran interaktif yang membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik. Selain meningkatkan efektivitas pembelajaran, IoT juga membantu pihak sekolah dalam mengelola fasilitas dan keamanan secara real-time.
Pemerintah melalui program transformasi pendidikan 2026 juga terus mendorong digitalisasi sekolah, termasuk penyediaan papan interaktif digital dan penerapan pembelajaran koding serta kecerdasan artifisial (AI) di ribuan sekolah. Langkah ini membuka peluang yang semakin besar bagi integrasi teknologi IoT sebagai bagian dari ekosistem sekolah pintar (smart school) di Indonesia. Para pakar pendidikan menilai bahwa keberhasilan implementasi IoT tidak hanya bergantung pada ketersediaan perangkat, tetapi juga pada kesiapan guru, infrastruktur internet, serta peningkatan literasi digital bagi seluruh warga sekolah. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri, IoT diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0.